Read More
Penulis: Tim Editorial Vitalika ·
Pengawas: Dr. Gilani, MD
Terakhir diperbarui: July 24, 2025 · 4 menit membaca
Suhu tubuh adalah ukuran panas dalam tubuh manusia yang mencerminkan keseimbangan antara produksi panas (oleh tubuh) dan kehilangan panas (ke lingkungan). Suhu tubuh normal biasanya berkisar antara 36,5°C hingga 37°C. Menjaga suhu tubuh dalam rentang ini adalah bagian dari homeostasis, yaitu kemampuan tubuh untuk menjaga kondisi internal tetap stabil.
Suhu Tubuh
Ketika suhu tubuh terlalu rendah (hipotermia – di bawah 35°C) atau terlalu tinggi (hipertermia – di atas 40°C), fungsi tubuh mulai terganggu secara serius. Hal ini karena enzim – protein penting yang mengatur reaksi kimia tubuh – sangat sensitif terhadap perubahan suhu.
Saat Anda sakit, tubuh seringkali menaikkan suhu sebagai mekanisme pertahanan. Fenomena ini disebut demam. Meningkatnya suhu tubuh membantu meningkatkan efektivitas sistem imun untuk melawan infeksi virus dan bakteri, serta mempercepat proses penyembuhan jaringan.
Jadi, walaupun demam seringkali membuat tidak nyaman, sebenarnya itu adalah tanda bahwa tubuh sedang bekerja keras untuk memulihkan diri.
Suhu tubuh tidak selalu sama di seluruh tubuh. Suhu inti tubuh – yaitu suhu organ dalam seperti otak, hati, dan jantung – lebih tinggi dibandingkan suhu di kulit atau ekstremitas seperti tangan dan kaki.
Misalnya, di hari yang dingin, kaki dan tangan Anda mungkin terasa sangat dingin, sementara suhu organ dalam tetap stabil. Itulah sebabnya dalam pengukuran medis, kita berusaha sedekat mungkin dengan suhu inti (biasanya diukur melalui mulut, rektum, atau telinga).
Tubuh menghasilkan panas melalui proses metabolisme, terutama saat otot bekerja (contohnya saat berolahraga), serta dari organ seperti otak, hati, dan ginjal. Ini dikenal sebagai katabolisme, yaitu proses pemecahan molekul besar menjadi kecil sambil menghasilkan energi dan panas.
Selain dari dalam, tubuh juga bisa mendapatkan panas dari luar:
Saat tubuh terlalu panas, ia mengaktifkan dua mekanisme utama:
Pusat pengatur suhu tubuh terletak di hipotalamus, bagian kecil di otak. Ia menerima sinyal dari:
Hipotalamus lalu merespons dengan memicu perubahan fisiologis seperti menggigil saat dingin, atau berkeringat saat panas.
Suhu tubuh kita tidak konstan 24 jam. Biasanya:
Pada wanita, suhu tubuh bisa naik sekitar 0,5°C selama paruh kedua siklus menstruasi karena pengaruh hormon progesteron. Ini juga menjadi dasar metode pengukuran suhu basal tubuh untuk mengetahui masa subur.
Suhu tubuh adalah indikator vital kesehatan Anda. Kenaikan atau penurunan suhu tubuh bukanlah hal sepele — ini bisa menjadi sinyal awal dari berbagai kondisi medis. Memahami bagaimana tubuh Anda mengatur suhu bisa membantu Anda merawat diri dengan lebih baik, mencegah komplikasi, dan meningkatkan kualitas hidup.
Cek Suhu Tubuh Anda dan Lebih Banyak Lagi dengan Vitalika
Jika Anda ingin memantau kesehatan Anda lebih cerdas, sekarang Anda bisa melakukannya secara gratis dengan menggunakan mini-aplikasi Vitalika.
Dengan Vitalika, Anda bisa:
Coba sekarang secara gratis — tubuh Anda akan berterima kasih!
Referensi
Penafian Medis: Artikel ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan saran medis. Selalu konsultasikan dengan tenaga kesehatan profesional sebelum membuat perubahan pada kondisi kesehatan Anda.